Jumat, 16 Desember 2011

Kecap

Kecap Manis : Pusaka Kuliner Nusantara

Oleh Bondan Winarno

Kecap sudah dikenal di Negeri Tiongkok sejak sekitar 2500-3000 tahun yang lalu. Aromanya yang harum dan citarasanya yang gurih membuat kecap diterima luas sebagai bumbu masak utama dalam budaya kuliner Asia. Kecap dianggap sebagai kondimen dan bumbu masak yang dapat meningkatkan gairah makan. Di Indonesia, kecap tersedia mulai dari penjaja makanan di kaki lima, hingga di meja restoran hotel berbintang. Dapatkah kita bayangkan sate, soto, tahu goreng, atau bubur ayam tanpa kecap?


Kecap diduga berasal dari bahasa Amoy koechiap atau ke-tsiap. Dalam dialek Kanton modern diucapkan sebagai gwaijap. Secara umum berarti kuah ikan atau saus ikan. Istilah ketchup di dalam bahasa Inggris pun diduga keras berasal dari koechiap karena dalam dialek Hanzi artinya saus terong kecil alias tomat.



Proses Pembuatan Kecap
Bahan utama kecap adalah kedelai. Kecap dapat dibuat dengan cara fermentasi kedelai atau hidrolisis asam. Namun, cara fermentasi merupakan cara yang paling populer. Hidrolisis berpotensi menimbulkan kerusakan gula dan asam amino, sehingga citarasanya kurang baik.


Kedelai dicuci dan direndam selama 12 jam di dalam air, kemudian direbus selama 4-5 jam sampai lunak. Setelah direbus, kedelai ditiriskan di atas tampah. Di masa lalu, kedelai yang ditiriskan ditutup dengan karung goni. Karena karungnya sudah sangat sering dipakai, maka tumbuh spora atau kapang yang berfungsi sebagai ragi. Sekarang, dalam skala industri, dipergunakan ragi yang lebih higienis.


Setelah dua minggu, kedelai terfermentasi diremas-remas agar terpisah dari kulitnya, kemudian dimasukkan ke dalam tong dari kayu atau plastik, dan dicampur dengan larutan garam. Campuran kedelai terfermentasi dan larutan garam ini dibiarkan selama dua minggu lagi - atau bisa juga lebih lama, tergantung pada kualitas yang diingini. Proses fermentasi inilah yang membuat kandungan zat gizi kedelai lebih mudah dan lebih cepat dicerna, sehingga bermanfaat bagi manusia.


Setelah cukup waktu, cairan disaring menjadi kecap asin - kadang-kadang juga ditambah sedikit gula dan rempah-rempah. Kecap asin dari kedelai adalah bentuk umum kecap di Asia.


Karena bahan utamanya adalah kedelai, kecap mengandung zat gizi - lemak, karbohidrat, vitamin, mineral - yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia.



Sejarah Kecap Manis
Di Indonesia - khususnya di Jawa - populer satu jenis kecap yang rasanya manis dan konsistensinya kental.


Tidak tercatat secara persis bagaimana sejarah kelahiran kecap manis di Jawa. Tetapi, di dalam buku tulisan Sir Thomas Stamford Raffles berjudul The History of Java, sudah ada catatan tentang kedelai dan kecap. Bahkan, naskah klasik Serat Centhini pun menyebut adanya tempe yang dibuat dari kedelai. Artinya, kedelai, tempe, dan kecap sudah ada di Jawa pada abad ke-18. Diduga, pelaut dan peniaga dari Negeri Tiongkok yang mencari sirip hiu di perairan Indonesia juga memerkenalkan kedelai kepada petani di negeri kita.


Sayangnya, kultuurstelsel yang dijalankan Pemerintah Hindia-Belanda di masa lalu hanya berfokus pada tebu, karet, tembakau, teh, dan kopi. Kenyataan sejarah inilah yang mungkin membuat Indonesia hingga kini mengalami kekurangan pasokan kedelai.


Kecap manis adalah campuran dari kedelai fermentasi, larutan garam, dan gula merah atau gula jawa yang dibuat dari tetes kelapa. Selain gula jawa, ditambahkan juga berbagai rempah untuk meningkatkan kegurihan dan aromanya. Diduga, kecap manis pada awalnya dibuat oleh kaum Tionghoa untuk menyesuaikan dengan lidah Jawa yang menyukai masakan bernuansa manis.


Di Tangerang, dekat Jakarta, kaum Cina Benteng (sebutan bagi keturunan Tionghoa di kawasan ini, berwarna kulit agak gelap) memiliki tradisi pembuatan kecap manis yang khas dan dipertahankan hingga kini dengan sebutan "kecap benteng". Selain di Tangerang, di Jawa Tengah dan Jawa Timur pun masih banyak pabrik kecap yang dioperasikan keluarga Tionghoa secara turun-temurun.


Di kawasan Pecinan Jakarta, juga ada kecap manis merk Jembatan yang masih banyak diburu penggemar favoritnya. Merk ini masih dibuat dalam skala rumahan dan tidak ada jaminan akan berlangsung lama lagi. Beberapa pabrik kecap rumahan di Jawa Tengah dan Jawa Timur pun mulai menghentikan operasi.


Kecap manis dapat disimpulkan merupakan produk khas Indonesia - secara lebih khusus: Jawa. Di Negeri Tiongkok sendiri tidak ada kecap manis, begitu juga di negara-negara Asia lainnya. Di luar Jawa pun kecap manis tidak cukup populer. Di Makassar dan Manado, kecap manis disebut sebagai "kecap jawa".


Beberapa pabrik kecap juga membuatnya dari kedelai hitam. Kedelai hitam bukanlah elemen yang membuat warna cairan kecap lebih pekat. Kepekatan warna kecap diperoleh dari mutu gula merah yang dipakai.



Kecap di Malaysia
Pada dasarnya, semua kecap di Malaysia adalah "kicap masin" (kecap asin) yang secara turun-temurun diproduksi secara rumahan oleh orang-orang keturunan Tionghoa. Konsentrasi produksi "kicap masin" ini berlokasi di sekitar Kuala Lumpur, Ipoh, dan Perak.


Di Melaka, sebuah kota yang terkenal dengan masakan peranakan (fusion Tionghoa-Melayu), kecap manis pun tidak dikenal. Di semua dapur restoran peranakan hanya dapat dijumpai "kicap masin".


Sejak pertengahan 1970-an, ketika makin banyak buruh migran dari Indonesia bermukim di Malaysia, kecap manis mulai populer di negeri ini. Kecap ABC, misalnya, sangat banyak dicari dan tersedia di berbagai kedai di Malaysia.


Popularitas kecap manis di Malaysia menginspirasi Pemerintah Kerajaan Malaysia untuk mempromosikan produksi kecap manis di kalangan pengusaha bumiputra. Beberapa pengusaha bumiputra dibina oleh Pemerintah, bahkan dikirim ke Jepang untuk belajar teknik fermentasi dan ekstraksi kedelai. Bila dilihat dari hasil akhirnya, tampak nyata bahwa "kicap lemak manis" di Malaysia adalah tiruan dari kecap manis Indonesia.


Ada dua merk "kicap lemak manis" yang populer di Malaysia, yaitu Cap Kipas Udang buatan Habhal's di Johor bahru. Merk lain adalah Jalen yang juga dibuat di Johor Bahru. Kedua pabrik ini dimiliki pengusaha bumiputra dan baru berdiri pada pertengahan dasawarsa 1980-an. Di Kedah juga ada merk populer lain, Mudim. Selain disukai oleh orang Melayu, orang-orang keturunan India di Malaysia pun menyukai kecap manis.


Kesimpulan: Malaysia tidak punya sejarah kecap manis dan hanya meniru Indonesia dalam pembuatan kecap manis. Kecap manisnya kurang kental dan kurang hitam. Hanya dikonsumsi oleh orang Melayu. Pemasaran juga terbatas.




Berbagai Jenis Kecap

Pada umumnya, kita mengenal beberapa jenis kecap:
-    Kecap Asin
-    Kecap Manis
-    Kecap Jamur
-    Kecap Ikan (Fish Sauce)
-    Kecap Inggris (Worchestershire Sauce)
-    Kecap Jepang



Kecap Asin
Bahan dasarnya kedelai, diduga sudah berusia lebih dari 2500 tahun, pertama kali dibuat di Tiongkok. Kedelai dibubuhi garam, kemudian difermentasikan dengan proses peragian selama beberapa minggu. Proses ini menghasilkan cairan kecoklatan dengan aroma harum yang khas. Cairan inilah yang kemudian disaring menjadi kecap.


Tergantung proses penuaannya (aging), kecap asin yang dituakan berwarna lebih gelap dengan konsistensi lebih kental, dan aromanya lebih menyengat. Kecap ini disebut dark soy, cocok untuk jenis masakan slow cooking atau braising - seperti semur, ayam kecap, babi hong - karena lebih meresap. Sedangkan light soy cocok untuk tumis-tumisan dan masakan kukus.


Kecap asin merupakan bumbu masak penting di berbagai negara Asia.



Kecap Manis
Kecap manis dibuat kedelai (juga kedelai hitam) dan gula. Secara tradisional, yang dipakai kebanyakan adalah gula merah atau gula jawa, yaitu gula yang dibuat dari tetes kelapa. Kecap modern sekarang juga menggunakan gula pasir. Selain itu, pembuat kecap tradisional juga sering menggunakan berbagai bumbu untuk meningkatkan kelezatan kecap, seperti: pekak (star anise), kayu manis, cengkeh, dan lain-lain. Berbagai kecap murahan juga menggunakan molase (sisa proses refining gula putih) dan MSG. Kecap seperti ini dapat ditandai dari aromanya.



Kecap Jamur
Kecap asin berbahan dasar kedelai yang ditambah (infused) dengan ekstraksi jamur (mushroom flavored soy sauce). Di Singapura sering disebut sebagai saus hitam - terjemahan langsung dari dark soy - karena memang biasanya berwarna sangat kelam. Bahkan ada yang dipasarkan dengan label "superior dark". Kecap ini biasa dipakai sebagai kondimen ketika makan nasi liwet Tionghoa (sapo fan atau claypot rice).



Kecap Ikan
Sebetulnya merupakan istilah yang salah kaprah. Istilah yang benar adalah saus ikan (fish sauce). Ini adalah jenis kondimen yang paling populer di Thailand (disebut nam pla), Vietnam (disebut nuoc mam), Laos, Kamboja, Myanmar, dan juga Filipina. Orang Thai jarang menggunakan garam ketika memasak, tetapi selalu menggunakan saus ikan ini. Aromanya sangat kuat, tetapi setelah dimasak aromanya berubah menjadi harum.


Saus ikan dibuat dari ikan (ikan segar maupun ikan kering) yang difermentasikan. Juga dapat dibuat dari cumi-cumi, kerang, atau udang.



Kecap Inggris
Di masa lalu, cairan penyedap rasa ini disebut fish-pickle karena bahannya dari anchovies (ikan kecil difermentasi). Sejarah "penemuan" kecap inggris ini sangat beragam. Tetapi, sangat kuat dugaan bahwa penemuannya merupakan sebuah "kecelakaan" atau ketidaksengajaan ketika menemukan bumbu kari yang tersimpan lama dan tercampur dengan bahan-bahan lain. Di masa kolonial, banyak warga Inggris yang bermukim di India, dan menyukai bumbu kari. Kenyataannya, kecap inggris dibuat dari bahan yang sangat kaya, seperti: cuka, molase, gula jagung, cabe, lada hitam, asam jawa, bawang bombay, bawang merah, bawang putih, cengkeh, dan anchovies.


Kecap inggris cocok untuk jenis-jenis daging bakar. Kecap inggris bahkan juga dipakai dalam minuman Bloody Mary. Di Indonesia sekarang juga dibuat versi lokal kecap Inggris ini.



Kecap Jepang
Bahan dasarnya adalah gandum yang difermentasikan. Karena itu, muncul rasa manis dan aroma yang lebih lunak. Kecap Jepang cocok untuk memasak (sukiyaki, teppanyaki) maupun sebagai cocolan. Secara umum, kecap jepang disebut shoyu.
    Di Jepang juga dikenal berbagai jenis kecap lain yang pada dasarnya dibuat sebagai pemadan (matching, pairing) bagi jenis makanan tertentu, seperti:
-    Nama: kecap Jepang yang dituakan selama empat tahun dalam tong dari kayu. Aromanya lebih harum, dan rasanya lebih lembut. Cocok sebagai cocolan berbagai jenis seafood.
-    Tamari: kecap Jepang yang dibuat tanpa gandum. Warnanya lebih gelap, rasanya lebih manis.
-    Ponzu: campuran kecap Jepang dengan jeruk nipis. Cocok untuk cocolan daging bakar.


Koleksi Kecap Indonesia

Dalam rangka cita-cita pembentukan Museum Kuliner Indonesia, Bondan Winarno sejak beberapa lama telah mulai mengumpulkan kecap dari seluruh penjuru Indonesia. Hingga saat ini, koleksinya telah mencapai 113 botol kecap, seperti dapat dilihat dari senarai di bawah ini.
    Silakan menambahkan daftar merk kecap yang Anda ketahui (hanya yang belum terdapat di senarai ini).
    Terima kasih.

Kecap Manis
1.    Aneka Guna, Langsa, Aceh
2.    Panah Sinar Langkat, Binjai (kental)
3.    Panah Sinar Langkat, Binjai (encer
4.    Kacang Kuning, Medan
5.    Hati Angsa (gambar satu angsa), Medan (kental istimewa)
6.    Hati Angsa (gambar satu angsa), Medan (kental manis sedang)
7.    Hati Angsa (gambar satu angsa), Medan (encer)
8.    Sempurna, Medan
9.    Pohon Pinang (Prenjak), Tanjungpinang
10.    Petani Kelapa (encer), Tanjungpinang
11.    Rusa, Tanjungpinang
12.    Gadjah, Tanjungpinang
13.    Ikan Intan, Tanjungpandan, Belitung
14.    Mawar, Pangkalpinang, Bangka
15.    Rose, Pangkalpinang, Bangka
16.    Siong (gambar gajah), Sungailiat, Bangka
17.    Bulan, Palembang
18.    Banteng, Serang
19.    Benteng SH, Tangerang
20.    Benteng Istana, Tangerang
21.    ABC, Jakarta
22.    Hoki, Jakarta
23.    Soto Ayam (Heinz ABC), Jakarta
24.    Soto Ayam, (Heinz ABC), Pasuruan
25.    Nasional, Bekasi
26.    Cabe Gunung (Kecap Benteng), Bekasi
27.    Indofood, Cibitung
28.    AKU, Jababeka
29.    Bemo, Bogor
30.    Zebra, Bogor
31.    Bango, Subang
32.    Noni, Bandung
33.    Borobudur, Bandung
34.    Echo, Bandung
35.    Anggur, Bandung
36.    Udang (Kecap Jatiwangi), Bandung
37.    Raos Super, Bandung
38.    Kepala Sapi, Tasikmalaya
39.    Pribumi, Garut
40.    HD, Garut
41.    Rajawali, Purwokerto
42.    Damai, Purwokerto
43.    Ikan Hitam Djoe Hoa, Tegal
44.    Mirama, Semarang
45.    Piring Lombok, Semarang
46.    Buboss, Semarang
47.    Mollas, Semarang
48.    Suka Sari, Semarang
49.    Merkurie, Magelang
50.    Udang, PT Dunia Udang, Magelang
51.    Raja Udang, PT Raja Udang, Magelang
52.    Cangak, Temanggung
53.    Ikan Lele, Pati
54.    Kalkun, Magelang
55.    Bagong, PT Lombok Gandaria, Karanganyar
56.    Lombok Gandaria, Karanganyar, Solo
57.    Semar Gandaria, Solo
58.    Gentong, Juwana, Pati
59.    G, Juwana, Pati (satu pabrik dgn Gentong)
60.    Jeruk Pecel Tulen, Surabaya
61.    2 Ikan Loreng, Jombang
62.    Bawang, Magetan
63.    Sawi, Kediri
64.    Dua Burung, Kediri
65.    Orang Jual Sate, Probolinggo - label merah
66.    Orang Jual Sate, Probolinggo - label hijau
67.    Kedele, Probolinggo
68.    Bentoel, Banyuwangi
69.    Manalagi, Denpasar
70.    Meliwis, Singaraja
71.    Buah Kelapa, Sumenep
72.    Blimbing, Pamekasan
73.    Salak Bangkalan, Bangkalan
74.    Roda Mas, Banjarmasin
75.    Hasil Laut, Banjarmasin
76.    Lobak, Banjarmasin
77.    Sari Buah, Banjarmasin
78.    Sembilan-Sembilan, Banjarmasin (asin manis)



Kecap Manis Buatan Luar Negeri
1.    Kicap Lemak Manis Jalen, Skudai, Johor Bahru, Malaysia
2.    Kicap Lemak Manis Habhal's, Johor Bahru, Malaysia



Kecap Asin
1.    Hati Angsa (gambar dua angsa), Medan
2.    Pohon Pinang, Prenjak, Tanjungpinang
3.    Siong, Sungailiat
4.    ABC, Jakarta
5.    Cu Tung Hin, Jakarta
6.    AKU, Jababeka
7.    Patkwa, Pabrik Kecap Sam Yu, Sukabumi
8.    Djoe Hoa, Tegal
9.    Kupu, Semarang
10.    Timbangan, Solo
11.    No. 150, Pabrik Kecap Menjangan, Surabaya
12.    Kambing Dua, Singkawang
13.    Rusa Dua, Singkawang
14.    Hasil Laut, Banjarmasin
15.    Tulis Tong Gwan, Banjarmasin
16.    Sembilan-Sembilan, Banjarmasin
17.    Wortel, Banjarmasin



Lain-lain
1.    Sauce Inggris Sedap Wangi, Jakarta
2.    Saus Sari Tapai (angciu), Jakarta
3.    Saos Raja Rasa, Surabaya
4.    Eco '21 (sambal kecap), Purwokerto



Lain-lain Asing
1.    Mahsuri Kicap Pedas, Selangor, Malaysia
2.    Tiga Ayam, Kicap Pekat, Perak, Malaysia

Sumber : opensubscriber/bango-mania

Logam Kuningan



Kuningan adalah logam yang merupakan campuran dari tembaga dan seng. Tembaga merupakan komponen utama dari kuningan, dan kuningan biasanya diklasifikasikan sebagai paduan tembaga. Warna kuningan bervariasi dari coklat kemerahan gelap hingga ke cahaya kuning keperakan tergantung pada jumlah kadar seng. Seng lebih banyak mempengaruhi warna kuningan tersebut. Kuningan lebih kuat dan lebih keras daripada tembaga, tetapi tidak sekuat atau sekeras seperti baja. Kuningan sangat mudah untuk di bentuk ke dalam berbagai bentuk, sebuah konduktor panas yang baik, dan umumnya tahan terhadap korosi dari air garam. Karena sifat-sifat tersebut, kuningan kebanyakan digunakan untuk membuat pipa, tabung, sekrup, radiator, alat musik, aplikasi kapal laut, dan casing cartridge untuk senjata api.


Sejarah
Pengrajin logam kuno di daerah yang sekarang dikenal sebagai Syria atau Turki timur telah mengetahui bagaimana cara untuk mencairkan tembaga dengan timah untuk membuat logam yang disebut perunggu pada awal 3000 sebelum masehi. Kadang-kadang mereka juga membuat kuningan tanpa mereka sadari.
Pengrajin logam kuno di sekitar Laut Mediterania mampu membedakan bijih timah seng dari yang mengandung seng dan mulai mencampurkan dengan tembaga untuk membuat koin kuningan atau benda lainnya. Sebagian besar seng itu diturunkan dengan memanaskan mineral yang dikenal sebagai kalamin, yang berisi berbagai senyawa seng. Dimulai pada sekitar 300 A.D, industri kuningan berkembang di tempat yang sekarang di kenal sebagai Jerman dan Belanda.
Meskipun pengrajin logam kuno hanya bisa mengenali perbedaan antara bijih seng dan bijih timah, mereka masih tidak mengerti logam seng. Sampai pada tahun 1746 seorang ilmuwan Jerman bernama Andreas Sigismund Marggraf (1709-1782) memperkenalkan logam seng yang diidentifikasikan dan ditentukan sifat-sifatnya. Proses untuk menggabungkan logam tembaga dan seng untuk membuat kuningan telah dipatenkan di Inggris pada tahun 1781.
Penggunaan kuningan sebagai casing logam untuk senjata api pertama kali diperkenalkan pada tahun 1852. Berbagai macam logam dicoba, Hasilnya ternyata kuningan yang paling berhasil. Properti ini menyebabkan perkembangan pesat dalam industri senjata api otomatis.

Bahan Baku
Komponen utama kuningan adalah tembaga. Jumlah kandungan tembaga bervariasi antara 55% sampai dengan 95% menurut beratnya tergantung pada jenis kuningan dan tujuan penggunaan kuningan. Kuningan yang mengandung persentase tinggi tembaga terbuat dari tembaga yang dimurnikan dengan cara elektrik. Yang setidaknya menghasilkan kuningan murni 99,3% agar jumlah bahan lainnya bisa di minimalkan. Kuningan yang mengandung persentase rendah tembaga juga dapat dibuat dari tembaga yang dimurnikan dengan elektrik, namun lebih sering dibuat dari scrap tembaga. Ketika proses daur ulang terjadi, persentase tembaga dan bahan lainnya harus diketahui sehingga produsen dapat menyesuaikan jumlah bahan yang akan ditambahkan untuk mencapai komposisi kuningan yang diinginkan.
Komponen kedua dari kuningan adalah seng. Jumlah seng bervariasi antara 5% sampai dengan 40% menurut beratnya tergantung pada jenis kuningan
Kuningan dengan persentase seng yang lebih tinggi memiliki sifat lebih kuat dan lebih keras, tetapi juga lebih sulit untuk dibentuk, dan memiliki ketahanan yang kurang terhadap korosi. Seng yang digunakan untuk membuat kuningan bernilai komersial dikenal sebagai spelter.
Beberapa kuningan juga mengandung persentase kecil dari bahan lain untuk menghasilkan karakteristik tertentu, Hingga 3,8% menurut beratnya. Timbal dapat ditambahkan untuk meningkatkan ketahanan. Penambahan timah meningkatkan ketahanan terhadap korosi, Membuat kuningan lebih keras dan membuat struktur internal yang lebih kecil sehingga kuningan dapat dibentuk berulang dalam proses yang disebut penempaan. Arsenik dan antimony kadang-kadang ditambahkan ke dalam kuningan yang mengandung seng lebih dari 20% untuk menghambat korosi. Bahan lain yang dapat digunakan dalam jumlah yang sangat kecil yaitu mangan, silikon, dan fosfor.

Istilah Nama
Nama-nama tradisional untuk berbagai jenis kuningan biasanya tercermin dari warna atau bahan yang digunakan. Sebagai contoh: kuningan merah mengandung seng sebesar 15% dan memiliki warna kemerahan, sedangkan kuningan kuning mengandung seng kuningan sebesar 35% dan memiliki warna kekuningan. Kuningan Cartridge mengandung seng 30% dan digunakan untuk membuat kartrid untuk senjata api. kuningan Angkatan Laut mengandung seng 39,7% dan digunakan dalam berbagai aplikasi di kapal laut.

Akibatnya dari nama-nama yang beragam ini kadang-kadang membingungkan banyak orang sehingga terkadang ada jenis kuningan yang sama namun memiliki nama berbeda. Sehingga jenis kuningan di Amerika Serikat saat ini dimanajemen oleh Unified Sistem penomoran logam dan paduan agar tidak lagi membingungkan banyak orang dalam penamaan.

Jenis-Jenis Kuningan
  • Kuningan Admiralty, Mengandung 30% seng, dan 1% timah.
  • Kuningan Aich, Mengandung 60,66% tembaga, 36,58% seng, 1,02% timah, dan 1,74% besi. Dirancang untuk digunakan dalam pelayanan laut karena sifatnya yang tahan korosi, keras, dan tangguh.
  • Kuningan Alpha, Memiliki kandungan seng kurang dari 35%. Bekerja dengan baik pada suhu dingin.
  • Kuningan Alpha-beta (Muntz), sering juga disebut sebagai kuningan dupleks, mengandung 35-45% seng, Bekerja baik pada pada suhu panas.
  • Kuningan Aluminium, Mengandung aluminium yang menghasilkan sifat peningkatan ketahanan korosi.
  • Kuningan dr arsenikum, Berisi penambahan arsenik dan aluminium.
  • Kuningan Cartridge, mengandung 30% seng, memiliki sifat kerja yang baik pada suhu dingin.
  • Kuningan umum atau kuningan paku keling, mengandung 37% seng, murah dan standar sifat kerja baik pada suhu dingin.
  • Kuningan DZR atau dezincification, adalah kuningan dengan persentase kecil arsenik.
  • Kuningan Tinggi, mengandung 65% tembaga dan 35% seng, memiliki kekuatan tarik tinggi, banyak digunakan untuk pegas, sekrup, dan paku keling.
  • Kuningan Bertimbal.
  • Kuningan Bebas Timbal.
  • Kuningan Rendah, paduan tembaga-seng mengandung 20% seng, memiliki sifat warna keemasan.
  • Kuningan Mangan, kuningan yang digunakan dalam pembuatan koin dolar emas di Amerika Serikat. Mengandung 70% tembaga, 29% seng, dan 1,3% mangan.
  • Kuningan nikel, terdiri dari 70% tembaga, 24,5% seng, dan 5,5% nikel. digunakan untuk membuat koin mata uang Poundsterling.
  • Kuningan Angkatan Laut, mirip dengan kuningan admiralty, mengandung 40% seng dan 1% timah.
  • Kuningan Merah, mengandung 85% tembaga, 5% timah, 5% timbal, dan 5% seng.
  • Kuningan Tombac, mengandung 15% seng. Sering digunakan dalam aplikasi produk perhiasan.
  • Kuningan Tonval (Juga disebut dengan CW617N atau CZ122 atau OT58), paduan tembaga-timbal-seng.
  • Kuningan Putih, mengandung seng lebih dari 50%. Sifatnya sangat rapuh untuk penggunaan umum.
  • Kuningan Kuning, adalah istilah Amerika untuk kuningan yang mengandung 33% seng.

Proses Manufaktur Pembuatan Kuningan
Proses Manufaktur atau Proses Produksi yang digunakan untuk memproduksi kuningan melibatkan kombinasi bahan baku yang sesuai ke dalam logam cair yang diperbolehkan untuk memperkuat. Bentuk dan sifat dari logam ini kemudian diubah melalui serangkaian operasi dengan hati-hati, dikendalikan untuk menghasilkan kuningan yang diinginkan.
Kuningan tersedia dalam berbagai bentuk termasuk pelat, lembaran, strip, foil, batang, bar, kawat, dan billet tergantung pada aplikasi akhir. Perbedaan antara pelat, lembaran, strip, dan foil adalah ukuran keseluruhan dan ketebalan bahan. Plate bersifat besar, datar, potongan persegi panjang dari kuningan dengan ketebalan lebih besar dari sekitar 5 mm. Seperti sepotong kayu yang digunakan pada konstruksi bangunan. Lembar biasanya memiliki ukuran keseluruhan yang sama seperti piring tetapi tipis. Strip terbuat dari lembaran yang telah dipotong-potong menjadi panjang. Foil seperti strip, hanya jauh lebih tipis. Beberapa foil kuningan bisa setipis 0,013 mm.

Melting
  • Sejumlah bahan tembaga yang tepat sesuai takaran paduan ditimbang dan dipindahkan ke dalam tungku peleburan dalam suhu sekitar 1920° F (1050° C). Sejumlah seng yang sudah ditimbang agar sesuai paduan disiapkan, seng ditambahkan setelah tembaga mencair. Sekitar 50% dari total seng dapat ditambahkan untuk mengkompensasi seng yang menguap selama operasi peleburan antara tembaga dan seng. Jika ada bahan lain yang diperlukan untuk perumusan kuningan tertentu mereka juga dapat di tambahkan.
  • Logam cair paduan tembaga dan seng dituang ke dalam cetakan. Diperbolehkan untuk memperkuat ke dalam lembaran. Dalam beberapa operasi penuangan dilakukan terus-menerus untuk menghasilkan lembaran yang panjang.
  • Bila logam cair paduan tembaga dan seng sudah cukup dingin untuk dipindahkan, mereka dikeluarkan dari cetakan dan dipindah ke tempat penyimpanan.

Hot Rolling
  • Logam ditempatkan dalam tungku dan dipanaskan hingga mencapai suhu yang diinginkan. Suhu tergantung pada bentuk akhir dan sifat kuningan.
  • Logam yang dipanaskan tersebut kemudian di teruskan menuju mesin penggilingan.
  • kuningan, yang sekarang sudah dingin melewati mesin penggilingan yang disebut calo. Mesin ini akan memotong lapisan tipis dari permukaan luar kuningan untuk menghapus oksida yang mungkin telah terbentuk pada permukaan sebagai akibat dari paparan logam panas ke udara.

Anealling and Cold Rolling
  • Pada proses hot rolling kuningan kehilangan kemampuan untuk diperpanjang lebih lanjut. Sebelum kuningan dapat diperpanjang lebih lanjut, terlebih dahulu kuningan harus dipanaskan untuk meringankan kekerasan dan membuatnya lebih ulet. Proses ini disebut annealing. Suhu annealing berbeda-beda sesuai dengan komposisi kuningan dan properti yang diinginkan. Dalam metode tersebut, suasana di dalam tungku diisi dengan gas netral seperti nitrogen untuk mencegah kuningan bereaksi dengan oksigen dan membentuk oksida yang tidak diinginkan pada permukaannya.
  • Hasil dari proses sebelumnya kemudian melalui serangkaian rol lain untuk mengurangi ketebalan mereka menjadi sekitar 2,5 mm. Proses ini disebut rolling dingin karena suhu kuningan jauh lebih rendah dari suhu selama rolling panas. Rolling dingin mengakibatkan deformasi struktur internal dari kuningan, dan meningkatkan kekuatan dan kekerasan. Semakin ketebalan berkurang, semakin kuat kuningan yang tercipta.
  • Langkah 1 dan 2 dari anealling and cold rolling dapat diulangi berkali-kali untuk mencapai ketebalan kuningan yang diinginkan, kekuatan, dan derajat kekerasan.
  • Pada titik ini, proses diatas menghasilkan strip kuningan. Strip kuningan tersebut kemudian dapat diberi asam untuk membersihkannya.

Finish Rolling
  • Strip kuningan mungkin akan diberi rolling dingin akhir untuk mengencangkan toleransi pada ketebalan atau untuk menghasilkan permukaan akhir yang sangat halus. Mereka kemudian dipotong menurut ukuran, ditumpuk, dan dikirim ke rumah industri.
  • Strip kuningan juga mungkin akan diberi rolling akhir sebelum dipotong panjang, digulung, dikirim ke gudang, dan disimpan.

Kualitas Kontrol
Selama produksi, kuningan tunduk pada evaluasi konstan dan pengendalian material pada proses yang digunakan untuk membentuk kuningan tertentu. komposisi kimia bahan baku diperiksa dan disesuaikan sebelum mencair. Pemanasan dan pendinginan dan temperatur ditentukan dan dipantau. Ketebalan lembaran dan strip diukur pada setiap langkah. Akhirnya, sampel produk jadi diuji untuk kekerasan, kekuatan, dimensi, dan faktor lainnya untuk memastikan apakah mereka memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan.

Masa Depan
Kuningan memiliki kombinasi kekuatan, ketahanan terhadap korosi, dan formability yang akan terus membuat bahan ini berguna untuk banyak aplikasi produk di masa mendatang. Kuningan juga memiliki keuntungan atas bahan lain yaitu bahwa produk yang dibuat dari kuningan dapat didaur ulang atau digunakan kembali, bukannya dibuang. Ini akan membantu memastikan pasokan kuningan akan tetap ada terus-menerus selama bertahun-tahun di masa depan.


Sumber Referensi

Wikipedia , Kuningan, 2010. http://id.wikipedia.org/wiki/Kuningan_(logam). Diakses tanggal 28 Juli 2010
Wikipedia , Brass, 2009. http://en.wikipedia.org/wiki/Brass. Diakses tanggal 28 Juli 2010
MadeHow, How Brass Is Made , 2009 . http://www.madehow.com/Volume-6/Brass.html. Diakses tanggal 28 Juli 2010
Suprametalcraft, Proses Pembuatan Kerajinan Kuningan, 2010. : http://www.suprametalcraft.com/c5-Bahan-Baku-Finishing-Proses-Cara-Produksi.html. Diakses tanggal 28 Juli 2010.

Daftar Perusahaan, Toko dan Penjual Produk Khas Juwana

Daftar Perusahaan, Toko dan Penjual Produk Khas Juwana :


Kili-Kili Kuningan

Nama Kontak : Susanto
Alamat : Kebonsawahan Juwana Pati
Telpon : 085223810820
Website : www.tokojuwana.blogspot.com
Email : susanto.jkt@gmail.com
Produk : Swivel pancing, celak, guci tinta, special order (Kuningan)
Pasar Produk : Indonesia


PT Garudafood Putra Putri Jaya ( GPPJ )

Nama Kontak : Untung Rahardjo
Alamat : Jl. Raya Pati Juana Km 2,3 Pati - Pati
Telpon : 0295 -382716, 08001728977
Website : www.garudafood.com
Email : infoPR@garudafood.co.id
Produk : Makanan ringan dan minuman
Pasar Produk : Domestik dan Luar Negeri


KTM
Alamat : Growong Lor, Juwana, Pati - Pati
Telpon : 0295-474493
Produk : Baling-baling kapal dari bahan kuningan
Pasar Produk : Domestik


Citra Widi Mandiri

Nama Kontak : Prawidi
Alamat : Growong Lor, Juwana, Pati - Pati
Telpon : 0295-473654/473754, 08122844848 
Produk : Handle shape, burner, impeller, blade shape, dan manifold
Pasar Produk : Domestik


Sampurna

Nama Kontak : Pawiro Pasi, King Sukirno
Alamat : Jalan Kuningan No 5, Juwana - Pati
Telpon : 0295-471318, 472140
Website : www.sampurnakuningan.com
Email : sampurna_jwn@yahoo.com
Produk : Patung kuningan, Lampu robyong, handle, dll
Pasar Produk : Domestik dan Luar Negeri


Batik Bukhari (Batik Tjokro)

Nama Kontak : Tini Sukari, Nurbidawati
Alamat : Desa Juwana - Pati
Telpon : 0295-471660, 085210145235
Website : www.tjokrobatikbakaran.blogspot.com
Email : -
Produk : Batik Tulis warisan Majapahit


Pasar Produk : Domestik, Luar Negeri


Sampurna 2

Alamat : Jl. KH.Dewantara 55 Juwana - Pati
Telpon : 0295 - 471292, 471887
Website : www.sampurnadua.com
Email : info@sampurnadua.com
Produk : Candle holder, patung kuningan, dll
Pasar Produk : Domestik


Juwana Craft
Alamat : Jln.Nangka No 255 Growong Lor 07/III Juwana Pati - Pati
Telpon : 0295-5529090, 081392002233
Website : -
Email : -
Produk : Kuningan dan Batik
Pasar Produk : Domestik


Harto Brass Abadi
Nama Kontak : Harto
Alamat : Bakaran Kulon Rt.3/02 Juwana Kabupaten - Pati
Telpon : ( 0295 ) 471674, 471675
Website : -
Email : -
Produk : Door Handle, Candle Brass (Kuningan)
Pasar Produk : Internasional ( Singapore & Malaysia )


Krisna Brass Handicraft

Nama Kontak : Krisnawan Susanto, Riko Agus Susanto
Alamat : Jln. P. Diponegoro No.85 Juwana Kabupaten - Pati
Telpon : ( 0295 ) 471065, 471600
Website : 
Email : krisnabrass@gmail.com
Produk : Brass Craft (Kuningan)
Pasar Produk : Lokal, Internasional ( Japan, Netherland & Switzerland )


Batik Bakaran Bu Yahyu
Nama Kontak : Ibu Yahyu
Alamat : Bakaran Kulon Rt.01/Rw.1 Kecamatan Juwana Kab. - Pati
Telpon : 081390203867
Website : -
Email : -
Produk : Kain Batik & Sarung Batik
Pasar Produk : Lokal ( Jawa Tengah )


Samarinda Furniture
Nama Kontak : Samarinda
Alamat : Jln. Jakenan km.2 Juwana Kab. - Pati
Telpon : ( 0295 ) 472204, 4712203
Website : -
Email : -
Produk : Wooden Furniture
Pasar Produk : Internasional ( Europe )


Tarindo Kuningan
Kerajinan Logam Kuningan
Jl Kemasan 489,Juwana
Telp : 0295 471250

Kitta
Kerajinan Logam Kuningan
Jl Ki Hajar Dewantara 762,,Juwana
Telp : 0295 471305

Ajiroso
Kerajinan Logam Kuningan
Ds Growong Lor RT 006/03,,Juwana
Telp : 0295 471017

Sukar
Kerajinan Logam Kuningan 
Jl Flamboyan 595 RT 004/03,,Juwana
Telp : 0295 471323

Hosana
Kerajinan Logam Kuningan
Jl Anggrek 607 RT 003/04,,Juwana
Telp : 0295 471344

Sumedi 
Kerajinan Logam Kuningan
Jl Gajah 98,,Juwana
Telp : 0295 471363

Marsudi
Kerajinan Logam Kuningan
Ds Growong Lor RT 007/03,,Juwana
Telp : 0295 471869

Saridin
Kerajinan Logam Kuningan
Jl Ki Hajar Dewantara 49 RT 002/04,,Juwana
Telp : 0295 471293

Sutikno
Kerajinan Logam Kuningan 
Jl Melati RT 004/01,,Juwana
Telp : 0295 471245

UD. Yadi Karya
Kerajinan Logam Kuningan
Jl Ki Hajar Dewantoro 56,,Juwana
Telp : 0295 471307


UD. Sido Makmur
Kerajinan Logam Kuningan
Jl Mangkudipuro 120 RT 003/01,,Juwana
Telp : 0295 471636

Wartindo Brass
Kerajinan Logam Kuningan
Ds Growong Kidul RT 002/04,,Juwana
Telp : 0295 471944

Sinar Logam Brass
Kerajinan Logam Kuningan
Jl Raya Juwana-Jakenan Km 2,,Juwana
Telp : 0295 471308

Satria Indo Logam
Kerajinan Logam Kuningan
Jl Komodo 182,,Juwana
Telp : 0295 471312

Sri Lestari
Kerajinan Logam Kuningan 
Jl Komodo 211 RT 004/01,,Juwana
Telp : 0295 471338

Toko Aneka

Kontak : Hani Lamonou
Telpon  : (0295) 5523000, 08132587287
Kategori : Oleh oleh, Makanan Ringan, Bandeng Presto, Kecap Gentong
Alamat  : Jl. Panglima Sudirman 47 (Alun Alun Juwana)
website: http://www.kaskus.co.id/post/000000000000000231760263#post000000000000000231760263


Tiga Putra Food

Nama Kontak :Supriyono Wijaya
Alamat : Jl. Kepodang 267 Dukutalit Juwana Pati 59185
Telpon : 0295 - 471516, 22816893
Website : http://tigaputrabandeng.indonetwork.co.id, www.tigaputragroup.com
Produk : Bandeng Presto, Otak-otak & Tanpa Duri, klem, handle, brass chromed, dll
Pasar Produk : Lokal dan Nasional


UD. Aruna Indah
Nama Kontak : Anggoro Budi Pramono (Marketing)
Alamat : Juwana Pati 59185
Telpon : +6285643581149
Website : http://indonetwork.co.id/aruna-indah/
Produk : Bandeng Presto, Otak-otak & Tanpa Duri
Pasar Produk : Lokal dan Nasional


Batik Arimbi

Nama Kontak :
Alamat : Jln. Pajeksan 121 Juwana Pati
Telpon : 0295-472196, 08122806019, 08191400424
Website : www.arimbikoe.blogspot.com
Email :btkarimbi@yahoo.co.id
Produk : Batik Tulis
Pasar Produk : Domestik